Jumat, 15 Februari 2013

Si Token Monopoli

0 komentar

Jangan pernah menyalahkan Tuhan atas apapun yang terjadi

Rahasia Tuhan nggak ada yang tahu

Tuhan nggak pernah mengingkari janji-janjiNya kecuali bagi orang yang nggak mau bersabar

sebagian manusia menyadari sebagiannya lagi tidak menyadari "pelangi" yang diberikan Tuhan setelah "hujan"

hidup manusia itu kayak "main monopoli" bagi Tuhan
cuma Dia yang bisa ngatur, kita nggak boleh "neko-neko"
turuti aja perintahNya

Senin, 26 Maret 2012

waiting..

0 komentar

Seperti malam yang menunggu datangnya matahari bersinar
Seperti musim panas yang mengharapkan hujan turun
Seperti anak serigala yang menunggu induknya membawakan makanan untuknya
Seperti anak sekolah yang menunggu jemputan orang tuanya

Gak ada yang suka sama yang namanya menunggu
Terkadang kita memang terpaksa menunggu karena keadaan yang mengharuskan kita begitu
Atau karena tidak ada jalan lain selain menunggu

Kalau yang kita tunggu itu adalah sebuah ketidakpastian
Itu berarti kekuatan pengharapan kita sangat besar atas sesuatu yang kita tunggu
Sebenarnya bisa saja kita keluar dari ketidakpastian, tapi kita tidak mau

Jadi, tolong mengertilah itu melelahkan..

Buat Penebar Jala

0 komentar
Harusnya kamu tahu seberapa jauh kamu melangkah
Harusnya kamu tahu seberapa jauh kamu membuat pengharapan yang besar terhadap orang ini

Kamu gak boleh kayak gitu
Kamu gak boleh ngasih perhatian yang lebih sama orang yang sebenarnya kamu gak punya perasaan apa-apa sama orang itu
Kalau perlu dari awal kamu gak perlu muncul dihadapannya

Kamu gak boleh menebar jala untuk ndapetin ikan terbaik di laut
Hukum alam dan takdir Tuhan memang mengharuskan kamu mencari dan kewajiban ikan hanya menunggu
Tapi jangan disalah artikan.. jangan..
Jangan hanya untuk kepentingan “perut”mu kamu menjadi egois dan menyakiti banyak ikan
Jangan memberikan jala dimana-mana sedangkan  nantinya kamu hanya mengambil satu dari sekian itu

Bukan begitu caranya mencari ikan terbaik untuk “perut”mu
Batasi jalamu ketika kamu sedang mencari
Berikan pancingan yang wajar, jangan berikan pancingan lezat dan special pada semua ikan
Maka dari jauh kamu bisa melihat ikan mana yang pantas
Dengan begitu kamu tidak perlu menyakiti mereka

Pikirkanlah, bahwa jika kamu suka menebar dimana-mana
satu ikan yang kamu ambil, sekian banyak ikan yang kamu sakiti dengan sia-sia bahkan sampai mati terdampar di pesisir laut karna kamu buang begitu saja

semoga kamu ngerti.

Kamis, 13 Oktober 2011

Be Yourself!

0 komentar
Menjadi lebih baik itu hal yang positif
Tapi menjadi orang lain itu bukan hal yang positif
Lebih parah lagi kalau menjadi lebih baik untuk orang lain,
bukan untuk diri sendiri atau bahkan untuk Tuhan semata..

Lebih indah itu ketika jadi diri dan bangga jadi diri sendiri daripada berusaha jadi orang lain agar seseorang mencintai  kita :))

Terimakasih yaa, sudah membukakan mata hati saya..
Yah meskipun ucapan ini mungkin kamu nggak baca..
Atau mungkin kamu baca tapi kamu nggak nyadar kalau postingan ini terinspirasi dari kamu.. :)
Kamu uda membuat saya semakin nyaman ngobrol sama kamu dengan jadi diri saya sendiri..

Tuhan, terimakasih atas kedatangannya..;)

Sabtu, 27 Agustus 2011

buka mata dan telinga

0 komentar

“Don’t judge book from the cover”
Pernyataan itu benar-benar mengingatkan saya tentang seseorang..
Seseorang yang gak pernah saya sangka sama sekali tentang kepribadian dan latar belakangnya..

Dulu saya cukup mengagumi sikapnya yang supel, rame dan banyak orang mau berteman dengannya.. meskipun dia bukan orang yg ahli dalam akademiknya
Setiap orang dan/atau sesuatu yang ia inginkan akan ia dapatkan hanya dengan “kedipan mata” saja..
Hingga kemudian kita dekat, dan saya mulai tahu semua tentangnya..
Bahwa.. hidupnya hanya dengan “lampu oblik” yang terangnya cukup redup dan hanya bertahan sementara saja..
Sayang sekali “matahari” tidak mau meneranginya bahkan menoleh pun “matahari” tak sudi..
Allah, ingatkan dia, setidaknya dia tahu bahwa jalan yg dia tempuh itu salah..

Ampas yang Berbekas

0 komentar

Kopi itu sudah kehilangan ampasnya,
Saya pikir karna sudah beberapa kali saya aduk saya teguk aduk dan teguk terus..
Memang pahit rasanya,
tapi kalau tidak saya habiskan ampasnya.. saya tidak bisa mendapatkan kopi yang lebih wangi..
saatnya tiba..
saat dimana ampas itu sudah menghilang,
dan kemudian seseorang menambahkan bubuk kopi yang lebih wangi ke dalam cangkir saya
saya tambahkan gula dan air..
memang lebih enak rasanya..
saya mulai lupa rasa dari kopi saya yang lebih dulu singgah di cangkir saya..

tapi apa saya yakin bahwa ketika kopi yg lebih wangi itu telah habis saya teguk akan meninggalkan bekas yg tidak akan hilang di cangkir saya?
Atau..
Malah ampas kopi saya yg lama masih ada yg tertinggal? Dan justru ampas ini yg berbekas jauh di bawah ampas yg baru?

Jumat, 15 Juli 2011

Our Heart

0 komentar
"hati ini seperti tukang pembuat guci, bila ada orang yg tertarik dengan guci ini hingga tukang pembuatnya rela menjual dengan harga semurah mungkin. Namun terkadang si calon pembeli tidak berniat membeli, hanya senang melihat guci yang dibuat oleh si tukang karena dia lebih suka dengan guci buatan si pembuat yang lain yang sudah diharapkannya sejak dulu.."